Lompat ke isi utama

Berita

Louncing Madrasah Pemilu

Heterogenitas bangsa Indonesia tentunya bukan lagi menjadi sebuah perdebatan namun diterima sebagai sebuah kenyataan yang ada, dari ragam suku, budaya agama dan perbedaan lainnya ini lah kuatnya bangsa Indonesia, dalam konteks pelaksanaan demokrasi melalui pemilu pada tahun 2019 teruji soliditas bangsa ini, perbedaan pandangan politik tidak serta merta menjadi halangan, justru pasca pemilu berahir banyak muncul integrasi politik anta elit politik sepaham tidak sepaham hal ini menunjukan kedewasaan berpolitik.

Menyambung pada kontestasi pelaksanaan demokrasi serentak periode ke 2 pada 14 Febuari 2024 upaya penyiapan lebih dini semestinya menjadi sekala prioritas bagi lembaga pemilu disemua jajaran, dari RI hingga Kab/kota, problem-problem yang muncul pada pelaksanaan pemilu sebelumnya menjadi road map untuk dicarikan solusinya. Salah satu yang mendasar adalah upaya melibatkan  masyarakat dalam pelaksanaan demokrasi ini. Masyarakat dipandang sebagai subyek aktif yang peranya justru menjadi ujung tombak keberhasilan pesta demokrasi ini.

Menyebut PPNM dalam rubrik pemberitaan Bawaslu Brebes tentunya bukan hal yang baru, beberapa kali lembaga ini muncul di rubrik kami dari sosialisasi, penandatangan MOU hingga podcast bersama Bawaslu, kehadiran lembaga yang berbasis jurnalis warga  bekerjasama dengan Bawaslu Brebes dan FKDT pada kesempatan ini mengusung giat louncing Madrasah Pemilu dan pelatihan fasilitator Pemilu se kabupaten Brebes. Kenapa Madrasah Pemilu?.

Disaat beberapa pihak mengelorakan sosialisasi melalui sekolah pemilu, goes to kampus dan kegiatan sejenis lainya, lembaga ini berupaya menyentuh lembaga-lembaga pendidikan berbasis agama (Madrasah). Upaya mengisi ruang-ruang kosong dalam perpektif optimalisasi informasi pemilu diambil sebagai pilihan yang baru dan berbeda dengan segmen lain. Sebaran lembaga pendidikan madrasah di 17 kecamatan  sekabupaten Brebes merupakan ruang pontensial untuk mengoptimalkan informasi pemilu lebih merata sampai akar-akar masyarakat.

Perwakilan FKDT (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah) 17 kecamatan di hadir pada hari selasa 30 Agustus 2022 di ruang sidang H. Abdul Gofur Bawaslu kabupaten Brebes untuk mengikuti acara ini, selain Lounching Madrasah Pemilu dalam acara ini juga peserta dibekali dengan materi-materi kepemiluan dan pelatihan menjadi jurnalis warga dalam rangka mensukseskan pemilu 2024. Bawaslu Brebes dalam penyampainya yang dibawakan oleh Ketua Bawaslu Brebes menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi atas forum ini, sinergiatas masyarakat dan lembaga pengawas pemilu sebagai tolak ukur keberhasilan pesta demokrasi.

[caption id="attachment_58733" align="alignleft" width="300"] Foto : (Ketua Bawaslu Kab. Brebes Wakro S.I.P saat memberikan materi tentang Kepemiluan)[/caption]

Lebih lanjut Wakro menyampaikan upaya mentransformasikan informasi kepemiluan memang tidak boleh hanya berhenti di lingkup masyarakat tertentu, namun memperlebar cakupan informasi pemilu terutama keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci, bawaslu perlu bersyukur dan menjadikan capaian ini sebagai prestasi yang perlu di teruskan.

Tag
Bawaslu Brebes
Bawaslu Provinsi Jawa Tengah