Peran Pemuda Mengawal Kepemiluan di Tengah Pandemi Era digital
|
Pemilu yang akan dilaksanakan 9 Desember 2020 mendatang merupakan suatu agenda besar yang mencakup kerjasama antar rakyat, pemerintah, dan penyelenggara pemilu dengan harapan berjalan dengan lancar. Beberapa syarat dan ketentuan tentang kepemiluan sekarang ini mulai dikampanyekan dari penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, BAWASLU Sebagai lembaga Independen pemilu untuk mencapai pemilu yang bersih, tanpa politik uang, jujur dan adil seperti yang tertuang dalam Peraturan Bawaslu, peraturan KPU khususnya No. 6 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan dan kebijakan dari setiap lembaga penyelenggara pemilu.
Di tengah badai pandemi covid-19 ini yang belum sepenuhnya normal. Tentu menjadi tantangan sendiri dan mempunyai pengaruh dimana biasanya penyelenggaraan pemilu berjalan dengan normal karena adanya covid-19 ini maka, pemilu dilaksanakan dengan serangkaian aturan-aturan dan protokol kesehatan atau pelaksanaan yang lebih ketat dan disiplin. Tentu inilah yang menjadi tugas bersama bagi rakyat Indonesia dimana Demokrasi harus ditegakkan dan keadilan harus diwujudkan dengan tujuan terciptanya konstitusi yang baik.
[caption id="attachment_55199" align="alignright" width="300"]
Handika Naufal Husni (Peserta SKKP Bawaslu Brebes)[/caption]
Tentunya persiapan yang diawali dengan pembentukan dan tata kerja PPK, PPS, KPPS, dan PPDP, pemutakhiran data dan penyusunan daftar pemilih, pencalonan, pelaksanaan kampanye, laporan dan dana kampanye, pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi hasil pengitungan suara & penetapan hasil, sosialisasi, pendidikan pemilih, dan partisipasi masyarakat, pengamanan perlengkapan pemilihan. Dari rangkaian agenda tersebut harus benar-benar dikawal dengan semua elemen dari rakyat, dan lembaga terkait.
Penggunaan APD berupa: masker, sarung tangan sekali pakai, dan pelindung wajah (face shield) bagi setiap petugas yang melaksanakan tugas di setiap tahapan, Penyediaan sarana sanitasi yang memadai untuk setiap kegiatan, berupa: fasilitas cuci tangan, sabun dan disinfektan, Pelaksanaan rapid tes/tes swab terhadap personel yang akan melaksanakan tugas di setiap tahapan. Pengecekan kondisi suhu tubuh seluruh pihak yang terlibat sebelum suatu kegiatan tahapan dimulai. Pengaturan menjaga jarak aman bagi seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan. KPU di daerah dapat melibatkan personel dari dinas dan/atau lembaga yang menangani urusan kesehatan atau tim dari Gugus Tugas di daerah masing-masing.
Beberapa Tantangan Kualitas Demokrasi :
- Penyesuaian pengaturan kampanye: berkurangnya akses dan pengetahuan publik terhadap kandidat.
- Meningkatnya PHK dan kemiskinan: potensi politik uang.
- Penyalahgunaan Bansos (uang/sembako) oleh petahana.
- Kampanye via media sosial dan daring: hoax, fitnah dan SARA.
- PSBB: pengawasan dan pemantauan publik melemah.
- Tingkat partisipasi pemilih bisa menurun (meskipun bisa juga meningkat).
Ditengah pandemi yang belum hilang maka adanya langkah ketegasan dari para penyelenggara pemilu dalam hal ini seperti KPU, BAWASLU, dan lembaga terkait yang lain agar bersama memperketat pelaksanaan. Dari mulai cek kesehatan, cek kelayakan keikutsetaan memilih, dan mengawal jikalau adanya suatu pelanggaran. Memasuki era digital inilah semua serba mudah, cepat, dan transparan. Akan tetapi yang menjadi permasalahan saat ini adalah adanya tekhnologi canggih seperti gadget dan alat komunikasi lain dengan informasi yang tidak terbatasi menjadi titik kerawanan dalam pelaksanaan pemilu. Artinya, melalui dunia digital, media sosial, dan surat elektronik ini lebih berbahaya jika ada suatu pelanggaraan seperti yang disebutkan diatas. Contohnya, kampanye via media sosial yang banyak menimbulkan kegaduhan publik dengan mudahnya penyebaran hoax. Inilah tantangan untuk menciptakan Demokrasi yang harus dikawal dengan baik.
Peran Pemuda Mengawal Kepemiluan di Tengah Pandemi Era digital bisa melalui penyebaran informasi seputar peraturan lembaga penyelenggara pemilu, mensosialisasikan kepemiluan yang jurdil, menerapkan budaya santun dan filterisasi informasi yang bijak. Kritis bisa menjadi langkah yang tepat bagi para pemuda saat ini untuk ikut bersama mengawal jalannya pemilu yang akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020. Melalui tangan pemuda bangsa ini akan jaya, melalui tangan pemuda Indonesia semakin maju dan inilah kesempatan terbaik sebagai kaum millenial yang cinta terhadap tanah air sudah selayaknya ikut bersama mengawal keadilan dan membantu berjalannya pemilu yang bersih.