Konsolidasi Demokrasi: Peran Gen Z Dalam Pencegahan Pelanggaran Pemilu Masa Depan Bersama Mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu Brebes
|
BREBES, 21 Agustus 2026 – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Brebes melaksanakan kegiatan Konsolidasi Demokrasi bertema “Peran Gen Z Dalam Upaya Pencegahan Pelanggaran Pemilu di Masa Datang”, yang berlangsung di Cafe Twenty One, Bumiayu, pada Jumat, 21 Agustus 2026, pukul 20.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi wadah diskusi terbuka antara Bawaslu Brebes dengan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk memperkuat peran Generasi Z sebagai garda terdepan dalam pengawasan dan pencegahan pelanggaran pemilu di masa mendatang.
Hadir dalam kegiatan ini Trio Pahlevi, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi (PP Datin) Bawaslu Kabupaten Brebes, yang bertindak sebagai pemantik diskusi, bersama 10 mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu, Brebes. Suasana diskusi berjalan hangat, santai, namun tetap mendalam dan penuh pertukaran gagasan yang konstruktif.
Dalam paparannya, Trio Pahlevi menegaskan bahwa Gen Z memegang peran strategis yang tak tergantikan dalam menjaga kualitas demokrasi. “Gen Z adalah generasi yang tumbuh bersama teknologi digital, sangat peka terhadap informasi, dan aktif di ruang media sosial. Keunggulan ini harus dijadikan kekuatan utama untuk mendeteksi, melaporkan, dan mencegah berbagai bentuk pelanggaran pemilu sejak dini,” ujar Trio saat membuka diskusi.
Ia juga menekankan bahwa pencegahan pelanggaran pemilu bukan semata-mata tugas lembaga pengawas, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda. Mahasiswa sebagai bagian dari Gen Z diharapkan mampu menjadi agen penyebar informasi yang akurat, mematahkan berita bohong terkait pemilu, serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemilu yang jujur, adil, dan transparan.
Para mahasiswa Universitas Peradaban Bumiayu yang hadir turut menyampaikan pandangan dan aspirasi mereka. Mereka membahas berbagai tantangan yang dihadapi Gen Z dalam pemilu, seperti penyebaran berita bohong di media sosial, praktik politik uang yang terselubung, hingga pentingnya penguatan literasi demokrasi dan pemilu di kalangan sesama generasi muda. Diskusi berjalan interaktif, dengan saling bertukar pandang dan gagasan yang membangun antara pemantik diskusi dan peserta mahasiswa.
Kegiatan konsolidasi demokrasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Bawaslu Brebes dengan kalangan akademisi dan generasi muda. Selain itu, mahasiswa diharapkan pulang dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peran dan cara berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu, sehingga mampu menjadi motor penggerak pencegahan pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Bawaslu Kabupaten Brebes berkomitmen untuk terus melibatkan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosialisasi, edukasi, dan pengawasan pemilu, agar demokrasi di Kabupaten Brebes semakin berkualitas, partisipatif, dan bebas dari pelanggaran di masa-masa pemilu yang akan datang.
Penulis dan Foto: Bawaslu Kabupaten Brebes
Editor: Bawaslu Kabupaten Brebes